KETERBATASAN ATAU KEFRUSTASIAN MITIGASI BENCANA?*
27 Juni 2010 4 Komentar
Dua kata kunci tersebut agaknya tepat dilayangkan untuk menelisik lebih jauh ide penanggulangan bencana yang dijalankan di salah satu kabupaten bagian Barat di salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang terkenal kopinya. Ada fakta yang menggelitik saya ketika membelah perbukitan di sana. Ada proyek luar biasa untuk mengamankan bukit-bukit di sana dari bencana keguguran alias longsor lahan. Bukit-bukit di sana dibuatkan “ikat kaki”.
Ikat kaki adalah istilah yang saya pilih. Mari kita lihat foto yang saya peroleh di lapangan. Jika kita mengandaikan bukit sebagai sosok pribadi bak manusia maka tentunya posisi sabuk di sana tidak layak disebut ikat pinggang. Sabuk tersebut lebih cocok disebut ikat kaki sebab memang fungsinya mengikat kaki. Lalu apa yang menarik untuk ditelisik? Jawabannya adalah ide pembuatan ikat kaki tersebut.
Beberapa tahun terakhir kita mendapatkan edukasi tentang longsor lahan melalui banyak media. Longsor-longsor lahan yang terjadi di Indonesia menggerakkan stake holder yang berkepentingan di dunia itu untuk menyampaikan sesuatu demi keamanan bersama. Dan sasaran yang dituju tentunya masyarakat. Sehingga saya menjadi percaya diri mengajak pembaca untuk mengulas bahasan kali ini tanpa intro mendalam. Baca tulisan ini lebih lanjut






Komentar Terakhir